Dalam hidup kita akan selalu menghadapi pilihan. Kita bisa memilih
pandangan yang pesimis dan hidup dalam kesendirian, atau bisa mengambil
pandangan hidup yang optimis untuk tantangan dalam mengisi hidup ini.
Cara pandang hidup juga akan mempengaruhi masa depan seseorang. Karena
cara pandang hidup inilah yang akan menjadi cara hidup. Dari cara hidup,
akan menentukan cara bersikap. Dan dengan sikap, orang akan menemukan
karakter kuat yang tidak hanya mempengaruhi pribadi-nya tapi juga
linkungan sekitar. Cerita motivasi berikut semoga bisa membantu
menentukan kacamata kehidupan yang tepat.
Seorang
ibu menyuruh seorang anaknya membeli sebotol penuh minyak. Ia
memberikan sebuah botol kosong dan uang sepuluh ribu. Kemudian anak itu
pergi membeli apa yang diperintahkan ibunya. Dalam perjalanan pulang, ia
terjatuh. Minyak yang ada di dalam botol itu tumpah hingga separuh.
Ketika mengetahui botolnya kosong separuh, ia menemui ibunya dengan
menangis,
“Ooo… saya kehilangan minyak setengah botol! Saya kehilangan minyak setengah botol!” Ia sangat bersedih hati dan tidak bahagia. Tampaknya ia memandang kejadian itu secara negatif dan bersikap pesimis.
Kemudian, ibu itu menyuruh anaknya yang kedua untuk membeli sebotol
minyak. Ia memberikan sebuah botol dan uang sepuluh ribu lagi. Kemudian
anaknya pergi. Dalam perjalanan pulang, ia juga terjatuh. Dan separuh
minyaknya tumpah. Ia memungut botol dan mendapati minyaknya tinggal
separuh. Ia pulang dengan wajah berbahagia. Ia berkata pada ibunya,
“Ooo…
ibu saya tadi terjatuh. Botol ini pun terjatuh dan minyaknya tumpah.
Bisa saja botol itu pecah dan minyaknya tumpah semua. Tapi, lihat, saya
berhasil menyelamatkan separuh minyak.” Anak itu tidak bersedih hati, malah ia tampak berbahagia. Anak ini tampak bersikap optimis atas kejadian yang menimpanya.
Sekali lagi, ibu itu menyuruh anaknya ketiga untuk membeli sebotol
minyak. Ia memberikan sebuah botol dan uang sepuluh ribu. Anaknya yang
ketiga ini pergi membeli minyak. Sekali lagi, anak itu terjatuh dan
minyaknya tumpah. Ia memungut botol yang berisi minyak separuh dan
mendatangi ibunya dengan sangat bahagia. Ia berkata,
“Ibu, saya menyelamatkan separuh minyak.”
Tapi anaknya yang ketiga ini bukan hanya seorang anak yang optimis.
Ia juga seorang anak yang realistis. Dia memahami bahwa separuh minyak
telah tumpah, dan separuh minyak bisa diselamatkan. Maka dengan mantap
ia berkata pada ibunya,
“Ibu, aku akan pergi ke pasar untuk bekerja
keras sepanjang hari agar bisa mendapatkan lima ribu untuk membeli
minyak setengah botol yang tumpah. Sore nanti saya akan memenuhi botol
itu.”
Pilihan ada ditangan kita untuk menggunakan kacamata kehidupan yang
buram, atau kacamata yang terang. Namun, semua itu tidak bermanfaat jika
kita tidak bersikap realistis dan mewujudkannya dalam bentuk KERJA
NYATA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
berkomentarlah dengan ramah, bijak, dan santun :)